Sunday, May 27, 2012

Ingin Ke Monas

Jujur, ingin rasanya pergi ke Monumen Nasional atau yang populer disingkat Monas yang konon tingginya mencapai 100 meter lebih. Saya tidak akan menceritakan sejarah panjang mengenai Monas di sini, tapi Anda bisa baca sendiri tentang Monas di sini hehehe

Ada apa di Monas sehingga saya ingin pergi sekali pergi ke Monas?
Pertama, ingin banget rasanya bisa melihat panorama ibukota Jakarta dari ketinggian.
Kedua, ingin melihat naskah asli proklamasi kemerdekaan yang disimpan di dalam sana.
Ketiga, ingin berlari sampe capek mengelilingi tugu monas hehehe
Keempat, saya ingin ke Monas bersama Anti dan foto bareng di sana :-D

Saturday, May 26, 2012

About Me

Sedikit coretan abstrak..
Pandu Bagus Wicaksono
Lahir di Sidoarjo, 15 Februari 1992 Jawa Timur
Alumni SDN Magersari 05 (masuk 1998)
Alumni SMP Negeri 1 Sidoarjo (masuk 2004)
Alumni SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo (masuk 2007)
Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang (masuk 2010-sekarang)

Saturday, May 5, 2012

Peta SPL

Pada praktikum perkuliahan Survey Tanah dan Evaluasi Lahan baru saja, tepatnya kemarin telah dilaksanakan filedwork ke-3. Sebelumnya sudah melaksanakan filedwork yang pertama di kebun Ngijo, Kepuharjo dan fieldwok 3 di Desa Sumbergondo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.Filedwork 3 ini pelaksanaannya sama seperti fieldwork yang kedua dimana kita akan melakukan survey tanah di daerah yang sudah ditentukan. Fieldwork yang dilakukan berisi kegiatan pengamatan fisiografi di daerah titik pengamatan, penggalian dan identifikasi profil tanah dan pegamilan contoh tanah diberbagai titik dengan SPL yang berbeda kemudian dilakukan evaluasi lahan.

Sunday, April 15, 2012

Sunrise, Mountain, Sand, and Love

Mendaki, malam melintas bukit,
Menyusuri dinginnya jalannya setapak,
Tak satu juga enggan berhenti melangkah bergerak,
Berdua berselimut kabut malam pekat,
Mengejar matahari, di penanjakan kita berdua menyambut serentak,

Saturday, March 31, 2012

Salam

Diriwayatkan  dalam Sunan Abu Dawud dari Ali radiyallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda,

يُجْزِئُ عَنِ الْجَمَاعَةِ إِذَا مَرُّوْا أَنْ يُسَلِّمَ أَحَدُهُمْ، وَيُجْزِئُ عَنِ الْجُلُوسِ أَنْ يَرُدَّ أَحَدُهُمْ.
“Sudah cukup mewakili jamaah, ketika mereka melintas bila salah seorang dari mereka me-ngucapkan salam; dan sudah mewakili orang-orang yang duduk jika salah seorang dari mereka menjawabnya.”

Monday, February 20, 2012

Hasil Merem Melek Semaleman

"Sugeng Ambal Warsa Pandu Bagus". Dari kalimat itu kalian pasti tahu artinya kan. Bukan, bukan, kalian salah, artinya bukan selamat tahun baru tapi selamat ulang tahun tepatnya.Tahun baru sudah lewat, sudah mau habis juga, hehe ga ga masih lama.

Jadi ceritanya lima hari lalu adalah tanggal ulang tahun saya, dan pacar membuat ini untuk saya. Ga percaya? Tuh ada nama saya di tulisannya. Bukan sugeng loh ya, apalagi ambal atau warsa. Benar, Pandu Bagus.

Tuesday, January 17, 2012

Jangan Tunduk! Tentang Aku dengan Berani

Lagi-lagi ini untuk dia. Pikiranku masih belum bisa lepas jauh dari dia. Mudah-mudahan tak akan lepas dan tak 'kan jauh terhempas. Memang berjalan belum lama, baru seumur jagung, barusan, sektas (kata orang jawa). Meski baru, tapi nyala panasnya serasa sudah lama membakar, membakar kita berdua. Panas, tertantang, dan terbakar.

Merasa selalu tertantang untuk mendekap dan mengucup apa dibalik hati dan pikirannya, tertantang mengimbangi dan menemani lembut indah lakunya, tertantang untuk mencukupi apa yang diinginkannya. Singkatnya, menarik seluruh aku. Tinggi. Berat. Susah. Waktu. Semuanya itu pasti, bila tidak semua tak berarti bagiku. Marah. Keluh. Ambisi. Itu juga mewarnai, tapi dia selalu menyentuhku hingga dingin -beku- lalu panas dan terbakar lagi. Bersama pesan terbakar itu, selama aku begini, aku minta : Jangan Tunduk! Tentang aku dengan berani. Mungkin selama jalan aku berbalut hitam tanpa sadar hingga membalik 180 derajat tipis senyumnya. Siram juga aku mau, biar panas bisa kurasa, biar tidak hilang bentuk remuk.

Jangan salahkan aku, bila kudekap. Selama jalan, lari, dan terbang. Jangan pedulikan waktu. Sekali lagi, Jangan Tunduk! Tentang aku dengan berani.

Salam sayang, thank you for every moment spent with you. The road is still long, dear.

Tunggu aku di Jakarta, nanti.